Langkah ke 8 Sappto Satrio Mulyo Misteri Curuk Nangka, Curug Daun, Curug Kawung, dan Curug Belong - Teras Tamansari

Bersama Membangun Kabupaten Bogor

Berbasis Kearifan Lokal

#PolitikTanpaMahar

Misteri Curuk Nangka, Curug Daun, Curug Kawung, dan Curug Belong

Curug Nangka
Curung Nangka (Tamansari) - Dari sisi sejarah, nama wisata Curug Nangka diambil dari  pohon nangka yang buahnya sebesar gulungan kasur, dan pohon tersebut Cuma satu-satunya pohon yang dekat dengan Curug (Air Terjun - dalam bahasa Sunda, red) tersebut,. Dari situlah orang-orang, akhirnya menyebut lokasi tersebut dengan nama “Curug Nangka”.

Selain itu, di Curug tesebut, dipercaya ada lubang yang bisa tembus ke Lokasi Cipatuhunan Kute Maneh Sukabumi, dan di Curug tersebut ada juga tempat, atau ruangan untuk ber-semedi.

Banyak juga yang mengatakan, bahwa Curug Nangka merupakan tempat Ziarah, konon  sesepuh yang menempatinya, antara lain: Raden Surya Kencana, Bah Haji Gempor, Bah Jamrong, dll.

Ternyata lokasi Curung Nangka ini, merupakan tempat lokasi beberapa Curug sekaligus, dimana diatas Curug Nangka, ada Curug, yang dinamakan "Curug Daun,."

Curug Daun yang merupakan  kubangan untuk orang mandi.  Dari sisi sejarah nama Curug Daun muncul, karena dahulunya ada orang yang melihat, bahwa di Curug tersebut ada daun yang sebesar pintu, maka sampai sekarang orang-orang menyebutnya Curug Daun.
  
Diatas Curug Daun ada juga sebuah Curug yang disebut "Curug Kawung,"  nama tersebut dikarenakan dahulunya ada pohon Kawung / Aren di dekat Curug tersebut, skarena legenda tersebut, maka sampai sekarang, pohon kawung tersebut tidak ada orang yang berani menebangnya.

Masih ada satu lagi di dekat areal parkiran Curug Nangka, yakni "Curug Belong Kali Mati."  Dahulukala, Curug tersebut tempat mandi orang-orang Belanda, dan tempat tersebut  sekaligus tempat penggilingan batu, oleh karenya sampai sekarang masih disebut Curug Belong.

Curug Nangka dibuka oleh Perhutani tahun 1991 jadi Wana Wisata Curug Nangka dengan luas 17 ha petak 40a RPH Sukamantri BKPH Bogor KPH Bogor, termasuk dalam wilayah administrative Desa Sukajadi dan Desa Gunung malang Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor.

Sumber : http://www.perumperhutani.com
Sapto Satrio Mulyo : Kembali ke Kearifan Lokal

Sebuah pola kehidupan peninggalan Leluhur kita yang banyak dilupakan. Sejatinya, Kearifan Lokal tidak bertolak belakang dengan Modernisasi, tetapi justru sebagai rel atau pijakan kemana arah Bangsa ini akan berlabuh dengan Sehat

Tamansari yang ber-Kearifan Lokal, pasti lebih maju, Sejahtera Aman Tentram

Bogor Sehat (Sejahtera, Aman dan Tentram)